Hubungi Kami

Perjuangan Seorang Survivor Kanker Payudara Melawan Efek Kemoterapi

Mengidap kanker bukan satu-satunya mimpi buruk bagi Ellen Martini sewaktu masih mengidap kanker payudara. Survivor ini juga harus menghadapi penderitaan lain akibat pengobatan yang dijalaninya demi melawan kanker paling mematikan nomor satu di Indonesia tersebut.

Saat pertama kali didiagnosis kanker pada 2002 dalam status stadium 2B, Ellen harus segera menjalani operasi dan kemoterapi rutin sampai lima tahun. Ditemui di Jakarta baru-baru ini, ibu dua anak ini menceritakan perjuangannya lainnya melawan efek pengobatan kankernya.

“Efek dari kemo yang saya jalani itu memicu berbagai keluhan, dari mual, kelelahan, susah makan, seperti demam gitu, sampai sariawan dan nggak mau ngomong. Nggak ada cara untuk menolak efek ini, tapi saya coba lakukan beberapa saran dari dokter untuk menguranginya,” kisahnya.

Salah satu saran dokter yang menurutnya cukup cerdas untuk melawan efek dari kemoterapi adalah menggunakan air kacang hijau untuk redakan sariawan yang sering dikeluhkan.

“Saya sempat terbantukan dengan saran dokter yang menyuruh saya sering berkumur dengan air kacang hijau. Saya diajarkan untuk membuat seduhan kacang ijo yang dipecah dan diberi garam untuk digunakan kumur-kumur sesering mungkin ketika ada sariawan. Saya pun cukup terbantu,” katanya.

Saran lain dari dokter yang menguatkannya untuk bertahan melawan penyakit dan efek pengobatan adalah untuk makan apa saja yang disukai.

“Saya selalu diingatkan untuk makan senormal mungkin untuk mengumpulkan energi yang habis oleh adanya kanker di tubuh saya. Ditambah dengan dukungan keluarga, saya bisa melawan rasa mual dan gejala tidak nafsu makan karena penyakit saya. Untungnya kakak kandung saya bisa makan enak, jadi saya bisa tetap mau makan dan tidak sampai mengalami penurunan berat badan,” lanjutnya.

Menurut Prof Dr dr Aru W Sudoyo, SpPD, KHOM Ketua YKI (Yayasan Kanker Indonesia), dukungan dokter dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kualitas pasien kanker, termasuk selama menjalani pengobatan.

“Ada kalanya dokter kanker tidak mendahulukan nutrisi pasien yang sudah terlanjur malnutrisi atau keluarga yang justru membuat pasien kanker tidak mendapatkan dukungan yang tepat sehingga kualitas kesehatannya susah diperbaiki,” ujarnya.

Untuk melawan efek pengobatan kemo misalnya, dr Aru mengatakan bahwa mengizinkan pasien makan apapun dalam jumlah lebih banyak adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pasien.

“Orang yang sudah terkena kanker justru akan saya sarankan makan apapun yang mereka sukai. Asalkan kurangi gula dan perbanyak lemak sehat serta protein. Ini penting karena kebutuhan makan pasien kanker lebih tinggi daripada orang normal. Selain itu pastikan beri apapun yang mereka suka supaya nafsu makan naik,” pesannya.

 

sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/3620971/perjuangan-seorang-survivor-kanker-payudara-melawan-efek-kemoterapi



Comments

Gabung ke News Letter Kami

Dapatkan info & artikel menarik tentang Kanker Payudara